Tugas III Rekayasa Lalu Lintas
Nama
: Annisa Rizki Aulia L.
NPM
: 16 630 052
M.
Kuliah : Rekayasa Lalulintas
A.
Karakteristik Utama Lalu-lintas
Terdapat
3 (tiga) karakteristik utama dari
lalu-lintas, yaitu: arus,
kecepatan dan konsentrasi (Daniel L dan Mathew J.H, 1975).
Arus Lalu-lintas atau Volume Lalu-lintas (Q)
adalah jumlah kendaraan berdasarkan satuan waktu yang dirumuskan dengan:
q
= N/T ……………………………………………………………….(1)
dimana:
N = jumlah kendaraan yang melintasi titik tertentu,
T = satuan waktu tertentu.
Umumnya
dalam praktek teknik lalu-lintas, perhitungan arus atau volume lalu-lintas
dilakukan dalam interval waktu 1 jam atau 15 menit.
Untuk
lebih memahami tentang arus lalu-lintas, perlu juga dipahami tentang apa yang
disebut sebagai “headway”.
“Headway”
adalah
ukuran interval waktu kedatangan antara kendaraan (diukur pada titik bagian
depan kendaraan, misal: bumper) yang melintasi titik tertentu, yang
dirumuskan dengan:
q
= 1/ h …………………………………………………………(2)
dimana:
q = arus/volume lalu-lintas,
h = mean headway.
Kecepatan rata-rata adalah ukuran
yang penting dari kinerja lalu-lintas, yang dinyatakan dalam kilometer/jam atau
mil/jam. Terdapat dua jenis kecepatan rata-rata, yakni: kecepatan sesaat
rata-rata (spot speed) atau time mean speed, dan kecepatan
rata-rata ruang (space mean speed) atau travel time.
Kecepatan sesaat rata-rata (spot speed) yaitu
nilai rata-rata dari serangkaian kecepatan sesaat dari individu kendaraan yang
melintasi titik tertentu pada suatu ruas jalan, yang dirumuskan dengan:
ut
=
1/N Σ u(1-n) ……………………………………………..(3)
dimana:
ut = Kecepatan sesaat
rata-rata (spot speed)
N
= Jumlah kendaraan
u(1-n)
= Kecepatan individu kendaraan.
Kecepatan
sesaat digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem pengoperasian dari perangkat
pengaturan lalu-lintas dan teknik lalu-lintas, seperti: penentuan
peraturan lalu-lintas dan peralatan kontrolnya, studi pada lokasi rawan
kecelakaan, dan untuk menentukan elemen-elemen desain geometrik jalan raya.
Kecepatan rata-rata ruang (space mean speed) yaitu
kecepatan rata-rata waktu tempuh kendaraan, yang dirumuskan dengan:
us
= D / t …………………………………………………….. (4)
dimana:
us = Kecepatan
rata-rata ruang (space mean speed)
D
= Jarak
t =
waktu tempuh rata-rata
Kecepatan
rata-rata ruang digunakan untuk mengevaluasi kinerja tingkat efektivitas dari
suatu sistem lalu-lintas, yang terkait dengan tundaan, antara lain meliputi:
penilaian efisiensi rute dalam lalu-lintas, identifikasi lokasi kemacetan dalam
sistem jalan utama, pendefinisian kemacetan menurut lokasi, evaluasi
efektivitas perbaikan (sebelum dan sesudah), perhitungan biaya pengguna jalan,
perhitungan tingkat pelayan dan kapasitas untuk arus lalu-lintas menerus, untuk
pengembangan model dalam perencanaan transportasi (trip distribution dan
trip assignment).
Konsentrasi adalah jumlah
kendaraan per satuan jarak, dan diestimasikan menggunakan persamaan:
k
= q / us ………………………………………………………….(5)
dimana:
k = Konsentrasi lalu-lintas
q = Arus/Volume
lalu-lintas
us
= kecepatan rata-rata ruang (time mean speed)
B.
Model Arus Lalu-lintas (Traffic
Stream Models)
Hubungan
antara variabel arus/volume lalu-lintas, kecepatan dan konsentrasi lalu-lintas
disebut sebagai model arus lalu-lintas (traffic stream models). Terdapat
beberapa model hubungan antara kecepatan dan konsentrasi sebagaimana yang akan
dijelaskan berikut ini (Daniel L dan Mathew J.H, 1975).
Model Linier Kecepatan-Konsentrasi “Greenshields”,
merupakan model yang sederhana dan dirumuskan dengan:
u
= ut (1 – k / kj)
……………………………………………….. (6)
dimana:
ut = kecepatan arus bebas (free
flow speed) atau kecepatan pada saat volume lalu-lintas sangat rendah.
kj
= konsentrasi pada saat lalu-lintas macet.
Model Logaritmik Kecepatan-Konsentrasi,
merupakan model yang dikembangkan oleh Greenberg, dan dirumuskan dengan:
u
= um ln (kj / k) ………………………………………………..
(7)
dimana: um
= adalah kecepatan pada arus/ volume lalu-lintas maksimum (konstan).
Model Kecepatan-Konsentrasi “Generalized Single
Regime”, terdiri dari beberapa model, meliputi: Model
“Pipes-Munjal”, Model “Drew”, Model “Car-Following”, Model Kurva “Bell-Shaped”.
Model Kecepatan-Konsentrasi “Multiregime”,
terdiri dari beberapa model, meliputi: Model “Edie’s”, Model “Under Wood
Two-Regime”, Model “Dick’s”, Model “Fitting Multiregime” (gambar 1).
Studi
tentang kapasitas jalan umumnya mengacu pada dua pendekatan utama, yaitu
berdasarkan model hubungan kecepatan-arus lalu-lintas (speed-flow relationship)
pada saat konsentrasi lalu-lintas rendah, dan “headway” pada saat
konsentrasi lalu-lintas tinggi. Lighthill dan Whitham (1964) mengusulkan
penggunaan kurva arus lalu-lintas-konsentrasi untuk menggabungkan dua
pendekatan tersebut. Beberapa fitur penting dari model ini adalah sebagai
berikut:
a.
Pada saat konsentrasi adalah nol, maka
kemungkinan tidak ada arus lalu-lintas.
b.
Pada saat konsentrasi tinggi, pengamat
mungkin juga tidak dapat mencatat arus lalu-lintas karena arus lalu-lintas
berhenti.
c.
Dengan demikian, kurva model ini akan
berada diantara dua titik nol dari fungsi arus lalu-lintas.
Gambar 1 – Model-model Kecepatan
Konsentrasi
Lighthill
dan Whitham (1964) juga membahas tentang fenomena gelombang kejut (shockwaves)
terkait dengan model arus lalu-lintas-konsentrasi. Terdapat beberapa model
hubungan antara arus lalu-lintas dan konsentrasi (Daniel L dan Mathew J.H,
1975).
Model Parabolik Arus Lalu-lintas – Konsentrasi,
merupakan model yang dirumuskan oleh Greenshields, sebagai berikut:
q
= k u = k ut (1-k / kj) = u .k – ut
k2/ kj ………………………….. (8)
Untuk
kondisi arus lalu-lintas maksimum digunakan turunan (diferensial) dari
persamaan, dengan penetapan dq/dk = 0, dan pendefinisian qm
(arus lalu-lintas maksimum) = ut kj / 4 = um
kj / 2 ; km (konsentrasi maksimum) = kj
/ 2 dan um (kecepatan maksimum) = ut /
2.
Model Logaritmik Arus Lalu-lintas – Konsentrasi,
merupakan model yang dirumuskan oleh Greenberg (gambar 2), sebagai berikut:
q
= k u = k um ln (kj / k) ………………………………………………….
(9)
Untuk
kondisi arus lalu-lintas maksimum digunakan turunan (diferensial) dari
persamaan diatas, dengan km = kj / е
; um = um ; qm = um
kj / e.
Gambar 2 – Model Logaritmik Arus
Lalu-lintas-Konsentrasi
Model
Arus Lalu-lintas-Konsentrasi lainnya, meliputi: model arus lalu-lintas-konsentrasi “Discontinous”, yang
merupakan model yang dikembangkan oleh Edie’s, dan model Arus
Lalu-lintas-Konsentrasi Khusus (gambar 3).
Model
arus lalu-lintas konsentrasi umumnya juga digunakan dalam mengkaji arus
lalu-lintas pada segmen ruas jalan yang menyempit (bottle-neck), dan
untuk pengendalian lalu-lintas pada jalan bebas hambatan. Berdasarkan
model-model kecepatan-konsentrasi (speed-concentration models) dapat
dikembangkan model hubungan antara kecepatan dan arus lalu-lintas (speed-flow
models). Model ini memperlihatkan, pada saat konsentrasi nol, kecepatan
adalah maksimum (free flow speed), dan terdapat dua titik arus dimana
lalu-lintas sama dengan nol, yakni saat konsentrasi sama dengan nol dan saat
konsentrasi maksimum. Adapun diagram hubungan
antara kecepatan dan arus lalu-lintas ada yang berbentuk linier
dan ada yang berbentuk kurva (lihat gambar 4).
Gambar
3 – Model Arus Lalu-lintas-Konsentrasi “Discontinous”
Gambar 4 – Model Kecepatan-Arus
Lalu-lintas
Highway
Capacity Manual (1985) menggunakan kurva kecepatan-arus
lalu-lintas (speed-flow curves) dan konsentrasi untuk menetapkan tingkat
pelayanan (level of sevices) lalu-lintas.
C.
Model Arus Lalu-lintas
“Hidrodinamik dan Kinematik”
Persamaan kontinuitas dikembangkan untuk menjelaskan
adanya kemungkinan perbedaan perhitungan jumlah kendaraan antara 2 (dua) titik
pengamatan yang berdekatan pada suatu ruas jalan, dimana diantara 2 (dua) titik
pengamatan tersebut tidak ada kemungkinan pertambahan jumlah kendaraan.
Persamaan kontinuitas dirumuskan dengan:
∂q/∂x
+ ∂k/∂t = 0 ……………………………………………………….. (10)
dimana:
∂q, ∂k = perbedaan hasil pengukuran q (arus) dan k
konsentrasi) antara titik pengamatan 1 dan 2.
∂x, ∂t
= jarak dan waktu tempuh antara titik pengamatan 1 dan 2.
Perilaku
lalu-lintas pada suatu ruas jalan yang menyempit (bottleneck) menyerupai
gelombang kejut (shock wave) dalam
aliran air (fluida). Keberadaan dan perilaku gelombang kejut didemonstrasikan
oleh Lighthill dan Witham (1964), tetapi penggunaan analisis gelombang
lalu-lintas tidak terbatas pada gelombang kejut (shock wave). Lighthill
dan Witham (1964) juga mendemonstrasikan beberapa masalah lalu-lintas yang
dapat dianalisa menggunakan asumsi sistem gelombang lalu-lintas. Terdapat
beberapa teknik analisis terkait dengan analisa gelombang lalu-lintas,
sebagaimana yang akan dijelaskan berikut ini.
1.
Fundamental dari Gerakan Gelombang
Lalu-lintas
Gelombang kejut (shock wave)
didefinisikan sebagai gerakan dari perubahan konsentrasi dan arus lalu-lintas,
dimana dalam model ini kecepatan pada garis batas terjadinya perubahan arus
lalu-lintas dan konsentrasi dirumuskan dengan:
uw
= (u2 k2
– u1 k1)
/ (k2 – k1)
…………………………………………..
(11)
dimana: uw
= kecepatan pada garis batas terjadinya perubahan arus lalu-lintas dan
konsentrasi
u1,2 =
kecepatan pada area 1 dan 2
k1,2
= konsentrasi pada area 1 dan 2.
Persamaan
(2.11) di atas menunjukan bahwa uw adalah “slope” pada
garis penghubung antara titik 1 dan 2 pada diagram arus
lalu-lintas-konsentrasi.
2.
Akselerasi Dalam Pengamatan Aliran
Lalu-lintas
Dengan
mengacu pada rumus fundamental gerakan gelombang lalu-lintas dapat dikaji
berbagai variasi akselerasi pada aliran lalu-lintas. Akselerasi lalu-lintas
yang dilihat oleh pengamat yang tidak bergerak dirumuskan dengan:
∂u/∂t
= du/dk
. ∂k/∂t = [ – dw. du/dk ] . ∂k/∂x …………………..
(12)
dimana: du/dt
= akselerasi aliran lalu-lintas yang dilihat oleh pengamat yang bergerak
dalam aliran lalu-lintas. Akselerasi positif apabila pengamat bergerak menuju
area dengan konsentrasi lebih rendah, dan negatif apabila pengamat bergerak
menuju area dengan konsentrasi lebih tinggi
∂u/∂t =
akselerasi aliran lalu-lintas yang dilihat oleh pengamat dari suatu titik
pengamatan tetap.
Kuantitas angka yang
ada di dalam kurung dapat diambil postif, negatif, atau nol.
3.
Perilaku Gelombang Kejut Untuk
Model Kecepatan-Konsentrasi Spesifik.
Dengan
mengacu pada model kecepatan-konsentrasi “Green Shield” dapat dirumuskan:
uw
= ut .[ 1 – ( ŋ1 + ŋ2)
] ………………………………………………….. (13)
dimana: uw = Kecepatan pada
garis batas terjadinya perubahan arus lalu-lintas dan konsentrasi dari suatu
pergerakan yang tidak kontinyu.
ut
= kecepatan arus bebas (free
flow speed)
ŋ1,
ŋ2 = Normalisasi konsentrasi pada dua area dengan konsentrasi
yang berbeda. Normalisasi konsentrasi pada area 1 (ŋ1) =
konsentrasi pada arus bebas dibagi konsentrasi di area 1.
Dalam Kasus
Konsentrasi yang hampir Sama
Persamaan menjadi: uw = ut
(1 – 2ŋ) ……………………………………….......……….. (14)
Gelombang
Akibat Terjadiya Aliran Lalu-lintas Terhenti
Persamaan menjadi: uw = ut
[1 – (ŋ1 + 1)] = – ut ŋ1
……………………………...............(15)
Gelombang Pada
Saat Aliran Lalu-lintas Mulai Bergerak
Persamaan menjadi: ∂k/∂t + uw ∂k/∂x
= 0 …………………………………………........... (16)




Comments
Post a Comment